Makam Rusak, Akses Masuk Kedudukan Kumitir Ditutup Warga

Mojokerto (beritajatim. com) – Awak Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto menutup kanal masuk Tempat Pemakaman Ijmal (TPU) Dusun Bendo. Menyusul adanya kerusakan Makam setelah menjadi akses masuk ke Situs Kumitir yang beruang di sisi barat TPU.

Dengan memakai pagar bambu dan batu bata, warga memblokade melayang persis di depan makam Dusun Bendo yang ialah akses masuk menuju Posisi Kumitir. Batu bata ditata membentuk pagar menutup pintu masuk di sisi barat.

Warga juga memasang ikatan rafia di sekeliling makam untuk mencegah adanya karakter yang tidak berkepentingan menyelundup ke area pemakaman. Ada plakat bertuliskan ‘Selain peziarah dilarang masuk’.

Karena Situs Kumitir berada di bagian barat TPU Dusun Bendo, sehingga akses masuk menuju lokasi ekskavasi lebih dekat lewat sisi kiri. Itu lantaran jalan yang berpunya digunakan warga melintas elok ke tempat pembuatan keras kepala bata maupun TPU tersedia di sisi timur Kedudukan Kumitir.

Jadi kendaraan petugas Balai Pengekalan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur maupun pengunjung memarkir kendaraannya di depan makam sehingga saat akan ke Situs Kumitir melalui makam. Meski sebagian lewat samping, namun tak jarang tersedia yang lewat tengah makam.


Karena seringnya lewat tengah sejak proses ekskavasi kamar Februari 2021 lalu, membuat sebagian nisan roboh. Akibatnya, warga dan ahli waris makam memblokade jalan TPU Dusun Bendo. Meski akses masuk melalui makam sudah ditutup namun masih ada saja orang menerobos loncat menaiki batas

“Sepeda masuk sehingga merusak nisan. Dulu lewat samping tapi akhirnya ada yang tidak sadar sehingga melalui tengah karena lebih depan. Ditutup malah manjat dinding, jadi sekarang lewat barat lewat kandang ayam, ” ungkap satu diantara warga, Selasa (20/4/2021).

Penyudahan dilakukan warga sekitar kurang lebih satu minggu awut-awutan. Penutupan TPU Dusun Tengkuluk bukan lantaran belum cairnya kompensasi dari BPCB Jawa Timur terkait tanah masyarakat yang sebagian digunakan pembuatan batu bata, namun karena makam yang rusak.

Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho membenarkan, warga Desa Kumitir menutup TPU Dusun Ketu udeng. “Iya. Tidak ditutup sebab masih bisa lewat barat yang dekat kandang ayam. Semakin banyak pengunjung pingin lihat Situs Kumitir, harusnya ya jangan lewat makam, ” jelasnya.

Masih kata Wicak (sapaan akrab, red), proses ekskavasi masih dalam proses jadi Situs Kumitir belum siap menjadi obyek wisata. Namun banyak pengunjung yang sampai untuk melihat situs yang diduga merupakan bangunan pemukiman yang cukup besar itu. [tin/kun]