Usai Ajak Pengunjung Mall Tak Bermasker, Pria Brewok Ini Minta Maaf

Surabaya (beritajatim. com) – Sembari menggendong, Putu Arimbawa (29) mengabadikan situasi kunjungan mall di Surabaya. Namun gaya vloger yang dia lakukan ini ternyata mengundang kritikan netizen dan masyarakat. Bagaimana tidak, lelaki berbadan besar dengan wajah brewok ini mengatakan bahwa pengunjung mall yang bermasker bodoh dan tolol.

Parahnya lagi, di vidio yang diunggah ternyata juga diberi caption dengan intinya pengunjung mall bertambah baik bikin bungker ketimbang ke mall memakai masker. Sontak petugas tiga asas dan Satuan Tugas Covid-19 pun memburunya. Menurut Putu, dirinya mengaku hanya sedang ragu atau abu-abu kepada keberadaan virus mematikan itu.

Meski ragu dan belum 100 persen percaya, dia mengaku tak mau jika anak tercintanya terjangkit virus ini. “Awalnya iseng dan saat masuk Super mall awalnya pakai masker periode di dalam saya terlepas. Awalnya iseng ingin beropini aja begitu mengenai penerapan masker. Itu saya menyesali kata-kata yang saya ucapkan memang tidak pantas, ” ucapnya di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (4/5/2021).

“Saya menyesali pak, hamba meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia yang sudah melihat instasotry saya, terutama warga Surabaya. Semua klub yang sudah potuh terhadap prokes. Saya akan taat prokes terutama masker, ” lanjut Putu.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahardian menjelaskan bahwa sebutan pelaku tidak pantas pada pengunjung mal. Usai menebus laporan dan video yang diperoleh, petugas pun menyelenggarakan identifikasi.

“Kami sudah ketahui indentitasnya lalu ditindaklanjuti Kapolsek Lakarsantri bergabung timnya melakukan upaya interpretasi yang bersangkutan di kawasan Driyorejo. Akhirnya setelah awak amankan di interogasi diserahkan pihak Polres, ” rata Oki.

Karena menyesali sudah melakukan hal bodoh, karakter pun akan meminta maaf secara terbuka kepada klub Surabaya. Sebab videonya yang tidak pantas yang bersirkulasi di media sosial.

Oki juga menjabarkan, meski menyalahi aturan tercatat memprovokasi ajakan untuk tak mengenakan masker, petugas mau memberikan saksi tentang pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring). Pelaku akan dikenakan sanksi denda Rp 150 seperseribu. “Sanksi akan diberikan bagian Pemkot Surabaya, ” menguatkan Oki. [man/suf]